There was an error in this gadget
Visit My Awesome Photo's Galleries Other World's, Click Here to see!

Search This Blog

Loading...

Saturday, March 26, 2011

Earth Hour di Indonesia yang Ketiga: 26 Maret 2011, Pukul 20.30 – 21.30

Ditulis 26 Mar 2011 pukul 20:32
Sabtu tanggal 26 Maret 2011, pukul 20.30 – 21.30 akan digelar kampanye Earth Hour atau pemadaman lampu dan peralatan elaktronik yang sedang tidak terpakai selama 1 jam. Seluruh penduduk dunia pada saat itu waktu dihimbau untuk mematikan lampu dan semua alat elektronik yang tidak terpakai baik di kantor maupun di rumah. Tidak perlu sehari tapi cukup 1  jam saja dari pukul 20.30 higga 21.30.

Selain di Jakarta, Earth Hour juga  akan digelar pelajar, mahasiswa, dan berbagai komunitas di kota Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.  Kota-kota tersebut mengikuti jejak Jakarta untuk mengajak publik dan pemimpin daerahnya untuk berpartisipasi merasakan pentingnya perubahan gaya hidup hemat energi. Dengan begitu  diperkirakan untuk seluruh Indonesia dalam waktu 1 jam bisa menghemat energi sebesar 811 megawatt atau setara dengan mematikan satu pembangkit listrik dan mengurangi pemakaian 267,3 ton karbondioksida.

WWF-Indonesia bersama Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengajak publik Jakarta untuk mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak sedang dipakai selama 1 jam. Sebagai bentuk partisipasinya, Gubernur akan memadamkan lampu di beberapa ikon Kota DKI Jakarta, seperti Bundaran Hotel Indonesia, Monas, Air Mancur Arjuna Wiwaha, Patung Pemuda, Gedung Balai Kota, dan gedung pemerintah terkait lainnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh gedung-gedung di sepanjang Sudirman – Thamrin – Gatot Subroto – Kuningan untuk berpartisipasi dalam kampanye ini dan menjadikannya sebagai kebijakan yang berpihak pada efisiensi energi. "Dengan Earth Hour ini, kita berharap dapat menghemat listrik sebanyak 120.000 megawatt, padahal hanya satu jam. Coba kita bayangkan bila Earth Hour lebih lama lagi," ungkap Fauzi Bowo saat jumpa pers, Rabu (16/3) di Hotel J.W. Marriot, DKI Jakarta.  
Gubernur Jakarta Fauzi Bowo mengharapkan Earth Hour tidak sekadar berlangsung 1 jam, tapi membangkitkan gaya hidup hemat listrik. "Tujuan kita sebenarnya adalah untuk menjadikan ini sebagai gaya hidup, jadi bukan karena ada Earth Hour saja," tambahnya. WWF Indonesia memperkirakan, jika seluruh penduduk Jakarta mematikan lampu satu jam, cukup untuk mengistirahatkan kebutuhan listrik sebesar 300 MW. Ini juga akan mengurangi beban biaya listrik Jakarta sekitar Rp 200 juta dan mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 284 ton.

Di surabaya kegiatan akan dipusatkan di Grand City Surabaya di Jl. Walikota Mustajab-Kusuma Bangsa. Dimana Icon yang akan dimatikan adalah Grand City Surabaya, Sheraton Hotel & Tower, Cirkel Crowd n Coffee. Puluhan aktivis lingkungan Surabaya juga akan mengampanyekan Earth Hour di sekitar Taman Bungkul Surabaya.

Tahun 2011 adalah tahun ketiga pelaksanaan Earth Hour di Indonesia. Berdasarkan perbandingan pelaksanaan Earth Hour Indonesia sejak tahun 2009-2010 bahwa konsumsi listrik di Indonesia masih memperlihatkan pola penggunaan yang cukup boros. Oleh karena itu WWF-Indonesia tetap mengusung kampanye ini untuk mengedukasi dan mengingatkan publik Indonesia. Intinya adalah mengubah gaya hidup sehari-hari dengan mengurangi emisi karbondioksida  dan lebih ramah lingkungan.

Fauzi Bowo mengatakan dari awal kampanye earth hour dilakukan pada 2009, penghematan energi sudah jauh bertambah. Tercatat pada 2009 silam penghematan energi hanya mencapai 50 megawatt. "Tahun ini bisa menghemat 120 megawatt, sudah jauh bertambah dari awal kampanye ini kita lakukan," katanya. Ia menambahkan dengan earth hour ini juga dapat meningkatkan kesadaran kota-kota lainnya untuk lebih bersahabat dengan lingkungan dan hemat energi. Selain membangun budaya baru, banyak keuntungan yang diterima dari penghematan selama satu jam ini. "Ini merupakan suatu perbuatan yang kita harapkan gaungnya bisa dirasakan oleh lebih banyak masyarakat yang ada di kota-kota di pelosok tanah air," jelasnya.

Kampanye Earth Hour merupakan aksi serentak individu, komunitas, korporasi, dan pemerintah di seluruh dunia dalam mengurangi laju pemanasan global dan dampak perubahan iklim dengan mematikan. Kampanye global ini juga mengingatkan semua orang bahwa bergaya hidup hemat energi tidak cukup hanya dengan berpartisipasi di EARTH HOUR saja, tetapi aksi kecil ini harus terus dibuktikan setiap hari untuk secara efektif mengurangi gas rumah kaca, dan diikuti dengan mengubah gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, seperti menggunakan kendaraan umum atau bersepeda untuk bepergian, hemat air, menanam pohon, dan lain-lain.

Awalnya Earth Hour sendiri awalnya adalah kampanye lingkungan hidup yang dipelopori WWF (World Wildlife Fund) di Australia dan The Sydney Morning Herald tahun 2007 ketika 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak perlu. Kampanye itu berhasil berkat kolaborasi antara WWF-Australia, Fairfax Media, Leo Burnett dengan tujuan mengurangi gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5% pada tahun 2007. Setelah Sydney, banyak kota-kota lain di seluruh dunia ikut berpartisipasi pada tahun 2008. Keberhasilan kampanye ini diharapkan dapat diadopsi oleh masyarakat, komunitas, bisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga seluruh warga dunia dapat menunjukkan bahwa sebuah aksi individu yang sederhana sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di Bumi menjadi lebih baik.

sumber:
http://arsipberita.com
http://tourismindonesiaonline.com
http://www.surya.co.id
http://nationalgeographic.co.id

Informasi lebih lanjut:

WWF-Indonesia
Kantor Taman A9, Unit A-1
Jl. Mega Kuningan Lot 8-9/A9
Kawasan Mega Kuningan
Jakarta 12950, Indonesia
Telp    : +62 21 576 1070
Fax    : +62 21 576 1080
wwf-indonesia@wwf.or.id
http://www.earthhour.wwf.or.id/

 source :http://www.indonesia.travel/id/news/detail/318/earth-hour-di-indonesia-yang-ketiga-26-maret-2011-pukul-20-30-21-30

No comments:

Post a Comment

Blog Archive