There was an error in this gadget
Visit My Awesome Photo's Galleries Other World's, Click Here to see!

Search This Blog

Loading...

Saturday, May 21, 2011

Indonesia Greatest Plurarisme & 6 Religion.....Tri Suci Waisak di Candi Borobudur ( selamat hari raya Waisak untuk saudara-saudara ku Indonesia yang merayakan ).

Ditulis 18 May 2011 pukul 13:25
Ribuan umat Budha bersama para biksu Dewan Sangga Perwakilan Umat Budha  Indonesia melakukan prosesi Tri Suci Waisak. Mereka berjalan kaki dari Candi Mendut melewati Candi Pawon menuju pelataran Candi Agung Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa pukul 09.00 WIB.
Candi Borobudur di Magelang sebagai pusat perayaan Waisak tidak hanya menjadi peninggalan sejarah Indonesia dan menjadi milik dunia internasional tetapi juga merupakan aset budaya dunia serta menjadi tanah suci bagi umat Budha dunia. Setiap tahun pada perayaan Waisak selalu diadakan di Candi Borobudur. Bahkan, sejak pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11, Candi Borobudur menjadi tempat peziarahan umat Budha dari China, India, Tibet, dan Kamboja.
Berbagai umbul-umbul bertuliskan Walubi terpampang di sepanjang jalur prosesi Tri Suci Waisak, masyarakat menyaksikan prosesi di tepi kanan dan kiri jalan secara tertib. Barisan peserta prosesi membawa puluhan bendera Merah Putih, bendera Walubi, dan Dewan Sangha Walubi. Barisan pengusung sejumlah tandu antara lain berisi air suci dan api dharma Waisak (air itu untuk lambang berkah Waisak, sedangkan api lambang pencerahan batin umat).
Barisan penari tradisional topeng ireng dari sejumlah grup kesenian di Magelang turut memeriahkan prosesi berjalan kaki sepanjang sekitar 3 km. Kendaraan hias berbentuk kapal yang ditumpangi para biksu senior yang membawa replika Sang Budha dengan patung Budha berwarna kuning keemasan. Tampil juga belasan peserta yang sengaja merias diri layaknya tokoh dalam sejarah perjalanan Budha seperti; raja Dinasti Ming, raja Dinasti Ching, Sang Budha  Sidharta Gautama, Dewi Kwan Im, Bhiksu Tom Sam Chong, Kera Sakti, Dewa Api, Dewa Langit dan Dewa Bumi. Tak ketinggalan pula rombongan atraksi kesenian seperti topeng ireng, truntung, reog ponorogo, singo barong sidoarjo, serta liong sam sie.
Saat malam harinya kegiatan dipusatkan di pelataran Candi Borobudur untuk acara puja bakti di Candi Borobudur. Mereka sebelumnya mengikuti acara prosesi di Candi Mendut dan kemudian dilakukan prosesi arak-arakan menuju Candi Borobudur yang berjarak sekitar 3 km.
Saat detik-detik Waisak jatuh tepat pukul 18:00:08, ribuan umat Budha  dipimpin Bante Wongsin Labikko Mahatera melakukan meditasi waisak. Meditasi dilakukan dengan duduk bersila di depan altar dan mengheningkan cipta selama beberapa menit.
Sebuah pemandangan indah terjadi ketika seribu lampion dilepaskan ke udara dari pelataran Candi Borobudur sebagai lambang pencerahan bagi seluruh alam semesta dan menandai berakhirnya prosesi peringatan Trisuci Waisak. Saat melepaskan lampion ke udara, umat Budha serentak memanjatkan doa. Sebelum pelepasan lampion semua umat Budha dari berbagai sangha melakukan pradhaksina yaitu memutari Candi Borobudur sebanyak 3 kali dari arah kiri ke kanan.
Pemutaran Film Sejarah Budha  di Jakarta
Akan ada pemutaran film sejarah perjalanan Budha dalam acara peringatan Nasional Waisak 2555 BE/ 2011 di Jakarta Internasional Expo di Kemayoran, Jakarta pada 21 Mei 2011. Rencananya Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) mengajak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono untuk menyaksikannya.
Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Hartati Murdaya seperti dilansir laman Detik.com mengatakan bahwa selain menggelar acara Dharma Waisak Nasional juga akan menggelar Dharma Santi Workshop Cendikiawan yang akan diisi oleh dua pembicara dari MIT Budhis Temple Boston dan Dharma Master.
Hartati menambahkan pemerintah mendukung peringatan Waisak yang dipusatkan di Candi Borobudur Magelang sebab Borobudur tidak hanya peninggalan sejarah Indonesia namun merupakan peninggalan sejarah milik dunia internasional. Merupakan aset dunia yang masuk dalam tujuh kejaiban dunia. Juga merupakan tanah suci bagi umat Budha.
Hartati menjelaskan juga bahwa sebelumnya Walubi telah melaksanakan rangkaian acara ritual peringatan hari Waisak diawali dengan melakukan tabor bunga dan membersihkan Taman Makam Pahlawan (TMP) di seluruh bagian negara.
Waisak atau hari Budha dikenal dengan nama Visakah Puja atau Budha Purnima di India, Visakha Bucha di Thailand, dan Waisak di Indonesia. Ritualnya diadakan setiap tahun pada bulan purnama di bulan Mei atau Purama Sidhi. Waisak merupakan acara memperingati 3 peristiwa penting, yaitu: 1) lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini (623 SM), 2) Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Budha di Budha-Gaya (Bodhgaya) pada usia 35 (588 S.M), dan 3) Budha  Gautama parinibbana (wafat) di Kusinara pada usia 80 tahun (543 S.M).
Foto ANTARA/Anis Efizudin/Koz/nz/10

source : http://www.indonesia.travel/id/news/detail/375/tri-suci-waisak-di-candi-borobudur

No comments:

Post a Comment