There was an error in this gadget
Visit My Awesome Photo's Galleries Other World's, Click Here to see!

Search This Blog

Loading...

Sunday, December 25, 2011

Semarang ( Capital of Mid Java ) Buka Gerbang Wisatanya


Manfaatkan Kereta Wisata, Semarang Buka Gerbang Wisatanya

Ditulis 17 Oct 2011 pukul 10:04 viewer 770
Jadwal keberangkatan kereta api Jakarta-Semarang tepat waktu dan semarak dihiasi tim pemasaran dari Direktorat Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jum'at pagi (14/10). Rombongan tiba di Semarang petang sebelum  menghadiri undangan masyarakat dan Walikota Semarang, serta Gubernur Jawa Tengah di Tugu Muda Semarang dalam memperingati pertempuran 5 hari di Semarang yang terjadi pada 15-19 Oktober 1945. Kunjungan ke Semarang pun diselaraskan dengan program Visit Jawa Tengah 2013.

Kereta wisata dengan nama gerbong "Bali" dan "Nusantara" disediakan untuk media. Betapa tidak, kenyamanan di dalamnya tentu diutamakan seolah untuk penumpang VIP. Nyatanya, dua gerbong yang bertemakan hiasan etnik Bali dan Indonesia berdinding kayu ini sering dipakai untuk pertemuan perusahaan, perkawinan, reuni, arisan, serta gathering lainnya.

"Sekitar 45 persen tamu pengguna kereta wisata ini justru dari komunitas. Perusahaan dan pemerintah hanya berkisar 35 persen saja", jelas Sugeng Sugiharto, VP operational PT Kereta Api Pariwisata yang juga dikenal sebagai Indorail Tour.

"Kapasitas gerbong Bali dan Toraja maksimum 22 orang, sedangkan Nusantara 19 orang. Semua memiliki harga yang sama, tergantung konsumen mau pilih yang mana", tambahnya saat menjelaskan kapasitas maksimum penumpang jereta wisata.

Untuk pemesanan kereta wisata tidak sulit, karena calon pengguna hanya akan menghubungi tim pemasar dari Indorail Tour sebagai anak perusahaan PT  Kereta Api. "Kami menentukan H-40 hari untuk pemesanan agar kami dapat menyiapkan segala keperluan dengan baik", katanya seraya menunjukkan penambahan gerbong pembangkit yang dilakukan agar kebutuhan para tamu terpenuhi.

Kereta Wisata telah beroperasi sejak 2010 dan di tahun keduanya, perusahaan ini telah memiliki pasar yang tetap, baik dari dalam maupun luar negeri.

Semarang ditempuh selama 8 jam oleh kereta wisata yang menggandengkan dirinya di rangkaian kereta api  reguler jurusan Semarang, Argo Muria. Selama delapan jam perjalanan, wisatawan di dalam Kereta Api Wisata dihibur oleh pemandangan indah, berupa perkebunan tembakau dan tepi pantai Laut Jawa. Selain itu karaoke berlayar televisi lebar menjadi salah satu fasilitas andalan.

Sugeng menyebutkan, sekitar 15 hingga 20 pemesanan per bulan untuk kereta wisata sudah menjadi hal biasa. Menariknya, banyak ibu-ibu arisan membeli paket wisata one-day tour ke Cirebon. Hal ini bisa ditiru oleh Semarang dengan bervariasinya destinasi dan daya tarik wisata yang dimiliki provinsi ini.

"Kami akan terus melakukan peningkatan mutu, termasuk melengkapi gerbong kereta wisata dengan wifi. Kami sedang menanggulangi permasalahan blank spot di daerah-daerah tertentu. Segera setelah itu kami akan realisasikan," katanya optimis.


Peringati Pertempuran 5 Hari, Semarang Jadi Singapura di Jawa Tengah

Setelah hadir di antara panglima komando daerah militer dan masyarakat Semarang yang telah berkumpul di Tugu Muda Semarang, Sapta Nirwandar, Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata melambaikan tangannya saat memasuki lapangan upacara dan disambut hangat oleh para undangan, Jum'at (14/10). Sebagai Wakil Menteri  Budpar, upacara memperingati Pertempuran 5 Hari di Semarang pada 14-19 Oktober 1945 melawan tentara Jepang adalah salah satu upacara dan undangan resmi pertama yang dihadirinya.

Sekilas kronologis kejadian pertempuran 5 hari di Semarang dibacakan oleh salah seorang veteran dan tersebutlah beberapa tempat yang saat ini menjadi beberapa destinasi wisata di kota Semarang. Lawang Sewu, Tugu Muda, Rumah Sakit dr. Kariadi, dan juga beberapa tempat bersejarah lainnya seperti Candilama tempat reservoir air untuk kota Semarang saat itu yang kini menjadi simpul wisata sejarah di Semarang.

Pada peringatan pertempuran yang khidmat ini, tepat pukul 19.30 lampu di sekitar Tugu Muda dimatikan. Suasana gelap pekat hanya diterangi lampu obor yang diusung anak-anak sekolah yang merekonstruksi kejadian pertempuran tanggal 14 Oktober 1945 petang hari saat reservoir untuk Semarang diracun tentara Jepang.

Ledakan meriam menggetarkan sinar obor dan hawa di sekeliling Tugu Muda berubah haru saat gugurnya dr. Kariadi yang mencoba membela rakyat yang panik. Dentuman demi dentuman meriam diselingi tembakan senjata api tentara Jepang mencoba mengingatkan betapa sejarah Semarang patut dihargai dan peringati.

Enam puluh enam tahun lalu seperti ditampakkan selama 15 menit pada  malam diperingatinya kejadian bersejarah tersebut di Tugu Muda Semarang.

Sapta Nirwandar mendukung kepariwisataan Jawa Tengah khususnya Kota Semarang sesuai semangat Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, yang dibacakan malam itu. Walikota Semarang, Soemarmo, dinilai telah berhasil menjalankan instruksi gubernur karena telah berhasil menanggulangi banjir dan rob yang selalu melanda Semarang. Selain itu Bunderan Tugu Muda telah ditata rapih dengan jalan yang halus. Simpang Lima pun telah ditertibkan dengan sukses.

Wisata sejarah dimajukan dan harus didukung wisata kuliner. Komitmen Gubernur Jawa Tengah telah dapat diselaraskan dengan realisasi yang dieksekusi oleh Walikota Semarang.

Visi ke depan Gubernur Jawa Tengah ialah menjadikan Semarang sebagaiSingapura-nya Jawa Tengah.  Masyarakat dipanggil untuk bisa mendukung visi ini dan menerima tamu di Semarang agar bisa lebih lama tinggal di kota yang bersejarah ini.

No comments:

Post a Comment