There was an error in this gadget
Visit My Awesome Photo's Galleries Other World's, Click Here to see!

Search This Blog

Loading...

Thursday, March 24, 2011

Menanti Energi terbarukan ramah lingkungan.

Adakah Penghasil Energi yang Sungguh Aman?

Oleh Alex Pangestu  | 2011-03-23 15:30:12 | sains dan teknologi

Adakah Penghasil Energi yang Sungguh Aman?
Wikipedia Commons
 
Bencana Chernobyl dan Fukushima seolah jadi bukti kalau pembangkit listrik tenaga nuklir "tidak aman". Tapi apakah berarti pembangkit listrik yang lain aman? Di lihat dari sejarah, hampir setiap penghasil energi pernah mengalami bencana.

Hampir setahun lalu, misalnya, industri minyak mengalami bencana. Ledakan alat penggali Deepwater Horizon menyebabkan lima juta barel minyak (1 barel setara dengan 158,97 liter) tumpah ke Teluk Meksiko. Mesin-mesin ekonomi di sana mogok, lingkungan rusak berat, dan ribuan orang mengalami masalah mental karena stres dan polusi.

Setahun sebelum minyak tumpah di Teluk Meksiko, 29 penambang terbunuh di tambang batu bara di Raleigh County, W. Va. Perusahaan tambang minyak juga pernah menyebabkan air minum di sekitarnya tercemar logam beracun. Sebanyak 700 orang menuntut Massey Energy, perusahaan penambang asal AS.

Energi terbarukan dari angin tampak tidak berbahaya. Bagi manusia, mungkin begitu, tapi tidak dengan satwa. Menurut studi, paus bisa dibingungkan oleh hadirnya kincir angin di sekitar laut. Kincir tersebut membuat paus mendatangi pantai. Kincir juga berbahaya untuk burung. Kincir di Gunung Diablo, California, diketahui membunuh ribuan burung setiap tahun, termasuk elang spesies langka.

Bahan bakar dari tanaman punya sisi gelap. Perubahan lahan pertanian menjadi sumber energi membuat harga makanan meningkat. Pada tahun 2009, pemerintah AS mengeluarkan peringatan kalau bahan bakar dari tanaman membuat negara tersebut mengeluarkan uang sekitar 1 miliar dolar untuk kupon makanan dan nutrisi anak.

Pengambilan gas dari dalam Bumi ke permukaan dengan teknik hydrofracking (perekahan hidrolik) membuat senyawa radioaktif dan karsinogenik masuk ke tanah dan persediaan air. Risikonya terhadap manusia? Kerusakan otak, masalah pernapasan, dan kanker. Jangan lupakan pula kejadian di Sidoarjo.

Melihat bencana-bencana besar hampir pernah terjadi di setiap upaya menghasilkan energi dari sumber apa pun, apakah Indonesia harus menghentikan pembangunan PLTN setelah bencana di Jepang?
 
source : http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/806/adakah-penghasil-energi-yang-sungguh-aman

No comments:

Post a Comment

Blog Archive