There was an error in this gadget
Visit My Awesome Photo's Galleries Other World's, Click Here to see!

Search This Blog

Loading...

Thursday, March 31, 2011

Al-Quran Tertua Hadir di Festival Legu Gam Ternate pada 1-16 April 2011

Ditulis 30 Mar 2011 pukul 20:35
Al-Quran tertua di Indonesia dan bahkan disebut-sebut tertua di Asia berusia 800 tahun telah berada di Ternate dibawa utusan Kesultanan Ternate dari Kabupaten Alor,  Nusa Tenggara Timur (NTT). Al-Quran tertua milik Kesultanan Ternate itu akan ditampilkan dan dibaca saat momentum pembukaan Festival Legu Gam 1-16 April 2011 di Ternate.

Al-Quran tertua tersebut dibawa pihak Kesultanan Ternate  didampingi oleh seluruh perangkat kesultanan (bobato). Setibanya rombangan dengan menggunakan pesawat Expres, Al-Quran  langsung diarak dari Bandara Babullah ke Kedaton Kesultanan Ternate yang berjarak sekitar 7 km.

Ketua Panitia Legu Gam, Arifin Djafar, mengatakan, Al-Quran  kuno yang terbuat dari kulit kayu, berisikan ayat-ayat Allah itu lengkap 30 juz (114 surat) dengan pembungkus berupa kotak dari kayu, diarak dari Bandara Sultan Babullah ke Kedaton Kesultanan Ternate. Kitab suci ini dipinjam dari Pemda Kabupaten Alori untuk dipamerkan pada Event Legu Gam MKR 2011, kata Arifin yang juga Wakil Walikota Ternate seperti dilansir ANTARA.com

Al-Quran kuno ini dibawa ke Alor Besar pada 1519 M oleh Iang Gogo yang merantau bersama keempat saudaranya dengan misi penyebaran Agama Islam hingga ke Alor. Al-Quran  ini dibawa pada masa Kesultanan Babullah ke-5 yang berlayar dari Ternate menggunakan perahu layar menurut riwayat Tuma Ninah yang berarti ‘berhenti’ atau ‘singgah sebentar’.

Al-Quran barusia tua itu tersimpan di rumah pondok tahun 1982, sempat terjadi kebakaran besar yang melanda rumah pondok tersebut dan menghanguskan seluruh bangunan dan isi rumah termasuk semua benda-benda peninggalan Ia Gogo yang dibawa dari Ternate. Namun, Al-Quran  tertua ini tidak terbakar dan masih tetap terawat dan utuh hingga sekarang, kata Arifin.

Festival Legu Gam: 1 - 16 April 2011
Festival Legu Gam adalah pesta rakyat yang digelar setiap tahun oleh Kesultanan Ternate. Festival ini diselenggarakan sekaligus merayakan ulang tahun Sultan Ternate Mudafar Syah. Rencananya Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar), Jero Wacik berencana membuka acara tersebut.

Kegiatan ini menjadi tempat untuk memperlihatkan kesenian dan budaya masyarakat Ternate sekaligus menjadi tujuan wisata budaya bagi wisatawan. Ada berbagai atraksi budaya mulai dari tari-tarian, seni khas Maluku Utara, dan pameran budaya akan tampil di Festival Legu Gam, termasuk tarian khas yang ditunggu-tunggu yaitu tarian legu.

Tarian legu merupakan tarian yang menyerupai kepakan sayap burung. Menurut cerita rakyat tarian ini merupakan simbol turunnya burung berkepala dua (Goheba) yang menjadi simbol kesultanan Moloku Kie Raha (Ternate, Tidore, Jailolo dan Bacan). Para penarinya adalah perempuan yang bukan berasal dari keluarga Sultan. Pada saat tarian Legu dipentaskan, Sultan tidak diperbolehkan berdiri sebelum tarian legu berakhir. Tujuannya agar pesan-pesan yang disampaikan bisa dipahami dan menjadi masukan bagi Sultan dalam menjalankan kepemimpinannya.

Sumber:
antaranews.com, travel.kompas.com
Foto Courtesy : id.berita.yahoo.com

No comments:

Post a Comment