Visit My Awesome Photo's Galleries Other World's, Click Here to see!

Search This Blog

Sunday, March 13, 2011

Barongsai Dancing on River,Sukabumi - Jawa Barat

Tarian barongsai di atas sungai

Oleh Kontributor  | Jumat, 4 Februari 2011 | budaya

Tarian barongsai di atas sungai
Arief Sujatmoko
 
Guna memeriahkan peringatan Tahun Baru Imlek 2011, operator arung jeram Arus Liar membuat acara bertemakan "Barongsai on The River", Kamis (3/2).

Acara yang diadakan di sungai Citarik, Desa Cilegong, Kecamatan Cikidang,  Sukabumi, Jawa Barat tersebut melibatkan masyarakat dari berbagai daerah untuk bisa menikmati Hari Raya Imlek dengan atraksi barongsai yang menari-nari di atas perahu karet.

Mengawali aksinya, barongsai yang tergabung dalam kelompok Rajawali Mas Sukabumi menari di depan pintu masuk yang diakhiri dengan bunyi petasan. Seakan kecanduan, barongsai menggila dengan  meliuk-liuk di atas perahu karet dengan iringan genderang yang riuh. Masyarakat sontak berbondong-bondong melihat tarian dari barongsai di atas perahu karet yang mengikuti arus jeram Sungai Citarik. Ledakan keras mercon menandai akhir perjalanan barongsai yang menari di atas sungai tersebut.

CEO Arus Liar, Amalia Yunita, mengatakan bahwa mereka sudah beberapa kali mengadakan perayaan yang inovatif, seperti menikah di atas perahu, parade bedug di atas perahu, dan berbagai hal lainnya. "Mayoritas warga di daerah ini kan muslim, dan sebagian besar belum pernah melihat atraksi barongsai secara langsung. Berangkat dari situ kami ingin memberikan hiburan yang berbeda kepada mereka," tambah wanita yang akrab disapa Yuni ini.

Sementara itu, Asisten Manajer Pemasaran Arus Liar, Agustian, mengungkapkan akan mengadakan inovasi lain yang terkait dengan arung jeram. "Mungkin upacara bendera di atas perahu karet saat hari kemerdekaan Indonesia." (Arief Sujatmoko)
 
http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/529/tarian-barongsai-di-atas-sungai

jam Big ben di London - Inggris,ada saudaranya...hehehe

Jam megah di Mekah

Oleh Alex Pangestu  | Jumat, 13 Agustus 2010 | budaya

Jam megah di Mekah
 
Mekah punya jam termegah di dunia yang sudah mulai berdetak Kamis (12/8). Menara jam dengan ketinggian 604,4 meter memiliki 4 muka jam. Setiap muka memiliki diameter 46 meter dan menghadap ke empat arah yang dapat terlihat dari jarak hampir 30 meter.

Menara ini tak ubahnya menara jam Big Ben di Inggris yang diberi sentuhan Arab. Di bawah setiap jam, terdapat tulisan dalam kaligrafi Arab. Menara juga dilengkapi dengan 21.000 lampu hijau dan putih yang menyala 5 kali sehari, menandakan waktu salat.

Jam megah ini dibuat dengan ambisi menggantikan Greenwich Mean Time sebagai pusat waktu dunia. Akan tetapi, Pop Science menganggap ambisi itu tidak mudah tercapai, terutama negara-negara di bagian barat, tempat orang-orang membanggakan Greenwich. Lagipula, negara-negara saat ini sudah terlanjur mengalibrasi jam berdasarkan waktu Greenwich. Orang tidak akan dengan mudah mengganti kalibrasi itu hanya karena Saudi Arabia membuat menara jam, terlepas dari betapa hebatnya menara tersebut. Demikian Pop Science menyebutkan.

Sumber: Pop Science
Gambar: Saudi Press Agency

http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/20/jam-megah-di-mekah

Apakah ini suatu kelebihan atau kelainan...?

Kenapa orang bisa tidur di tempat riuh?

Oleh Alex Pangestu  | Jumat, 13 Agustus 2010 | budaya

Kenapa orang bisa tidur di tempat riuh?
 
Ada orang yang bisa tidur nyenyak di dalam kereta yang berisik oleh tukang jualan. Ada juga orang yang bisa tidur di bandara yang riuh. Kenapa bisa begitu? Jeffrey Ellenbogen dari Harvard Medical School punya jawabannya.

Ellenbogen dan timnya mengumpulkan selusin orang yang mengaku bisa tidur dalam lingkungan berisik. Kedua belas orang itu menginap selama 3 malam di laboratorium milik Harvard Medical School. Malam pertama, mereka tidur dalam lingkungan yang sunyi. Dua malam berikutnya, ruangan dibuat berisik dengan berbagai suara--termasuk suara jet dan toilet--ketika semua orang sudah tertidur.

Berdasarkan pembacaan gelombang di otak, para peneliti mendapati kalau otak punya bagian khusus bernama spindle, gelombang otak yang cepat, yang mengeblok suara sehingga orang bisa tetap tertidur.

Lalu mengapa tetap banyak orang terbangun dengan suara-suara? Para peneliti juga mendapat kalau jumlah spindle pada setiap orang berbeda. "Hasil bacaan gelombang otak, semakin banyak orang memiliki spindle, semakin kebal orang terhadap suara," kata Ellenbogen. "Masih misteri mengapa setiap orang bisa memiliki jumlah spindle yang berbeda," aku Ellenbogen.

Hasil penelitian ini bisa dijadikan acuan untuk menciptakan sistem pengobatan bagi orang-orang yang memiliki kesulitan tidur. Terbangun pada malam hari berkali-kali karena berbagai macam suara sudah jadi masalah yang umum, demikian penelitian ini menyimpulkan. "Kita bisa menambah proses pembuatan spindle dan menggunakannya sebagai upaya untuk mencegah gangguan saat tidur," jelas Ellenbogen.

Untuk sementara ini, kata Ellenbogen, hasil penelitian jumlah spindle ini akan digunakan untuk mengetahui tingkat toleransi seseorang terhadap kebisingan.

Sumber: National Geographic
Foto: National Geographic

http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/18/kenapa-orang-bisa-tidur-di-tempat-riuh