Visit My Awesome Photo's Galleries Other World's, Click Here to see!

Search This Blog

Friday, July 22, 2011

Kisah yang mengharukan... ( kisah nyata ) - Plurarisme Agama -

Saya mendapat email bagus : Wednesday july 14,2010
Cerita di bawah ini mengingatkan kita untuk semakin dan mencintai lebih dalam kepada Tuhan.

Diambil dari cerita nyata..

Ada seorang bocah kelas 4 SD di suatu daerah di Milaor Camarine Sur, Filipina, yang setiap hari mengambil rute melintasi daerah tanah yang berbatuan dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang dan tidak beraturan.

Setiap kali berhasil menyebrangi jalan raya tersebut, bocah ini mampir sebentar ke Gereja tiap pagi hanya untuk menyapa Tuhan, sahabatnya.
Tindakannya ini selama ini diamati oleh seorang Pendeta yang merasa terharu menjumpai sikap bocah yang lugu dan beriman tersebut.

"Bagaimana kabarmu, Andy? Apakah kamu akan ke Sekolah?"

"Ya, Bapa Pendeta!" balas Andy dengan senyumnya yang menyentuh hati Pendeta tersebut.

Dia begitu memperhatikan keselamatan Andy sehingga suatu hari dia berkata kepada bocah tersebut, "Jangan menyebrang jalan raya sendirian, setiap kali pulang sekolah, kamu boleh mampir ke Gereja dan saya akan memastikan kamu pulang ke rumah dengan selamat."

"Terima kasih, Bapa Pendeta."

"Kenapa kamu tidak pulang sekarang? Apakah kamu tinggal di Gereja setelah pulang sekolah?"

"Aku hanya ingin menyapa kepada Tuhan.. sahabatku."

Dan Pendeta tersebut meninggalkan Andy untuk melewatkan waktunya di depan altar berbicara sendiri, tetapi pastur tersebut bersembunyi di balik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andy kepada Bapa di Surga.

"Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun temanku melakukannya. Aku makan satu kue dan minum airku. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanya kue ini.
Terima kasih buat kue ini, Tuhan! Tadi aku melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku jadi tidak begitu lapar.

Lihat ini selopku yang terakhir. Aku mungkin harus berjalan tanpa sepatu minggu depan.Engkau tahu sepatu ini akan rusak, tapi tidak apa-apa..
paling
tidak aku tetap dapatpergi ke sekolah. Orang-orang berbicara bahwa kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, bahkan beberapa dari temanku sudah berhenti sekolah, tolong Bantu mereka supaya bisa bersekolah lagi.
Tolong Tuhan.

Oh, ya..Engkau tahu kalau Ibu memukulku lagi. Ini memang menyakitkan, tapi aku tahu sakit ini akan hilang, paling tidak aku masih punya seorang Ibu.
Tuhan, Engkau mau lihat lukaku??? Aku tahu Engkau dapat menyembuhkannya, disini..disini.aku rasa Engkau tahu yang ini kan....??? Tolong jangan marahi ibuku, ya..?? dia hanya sedang lelah dan kuatir akan kebutuhan makan dan biaya sekolahku..itulah mengapa dia memukul aku.

Oh, Tuhan..aku rasa, aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang sangat cantik dikelasku, namanya Anita. menurut Engkau, apakah dia akan menyukaiku??? Bagaimanapun juga paling tidak aku tahu Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak usah menjadi siapapun hanya untuk menyenangkanMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira??? Tunggu saja sampai Engkau lihat, aku punya hadiah untukMu. Tapi ini kejutan bagiMu.
Aku berharap Engkau menyukainya. Oooops..aku harus pergi sekarang."

Kemudian Andy segera berdiri dan memanggil Pendeta .

"Bapa Pendeta..Bapa Pendeta..aku sudah selesai bicara dengan sahabatku, anda bisa menemaniku menyebrang jalan sekarang!"

Kegiatan tersebut berlangsung setiaphari, Andy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat suatu iman dan kepercayaan yang murni kepada Tuhan.. suatu pandangan positif dalam situasi yang negatif.

Pada hari Natal, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Gereja tersebut diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum dan selalu menyalahkan segala sesuatu yang orang lain perbuat. Mereka juga mengutuki orang yang menyinggung mereka.

Ketika mereka sedang berdoa, Andypun tiba di Gereja tersebut usai menghadiri pesta Natal di sekolahnya, dan menyapa "Halo Tuhan..Aku.."

"Kurang ajar kamu, bocah!!!tidakkah kamu lihat kalau kami sedang berdoa???!!! Keluar, kamu!!!!!"

Andy begitu terkejut,"Dimana Bapa Pendeta Agaton..??Seharusnya dia membantuku menyeberangi jalan raya. dia selalu menyuruhku untuk mampir lewat pintu belakang Gereja. Tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Tuhan Yesus, karena hari ini hari ulang tahunNya, akupun punya hadiah untukNya.."

Ketika Andy mau mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerahnya dan mendorongnya keluar Gereja.

"Keluar kamu, bocah!..kamu akan mendapatkannya!!!"

Andy tidak punya pilihan lain kecuali sendirian menyebrangi jalan raya yang berbahaya tersebut di depan Gereja. Lalu dia menyeberang, tiba-tiba sebuah bus datang melaju dengan kencang - disitu ada tikungan yang tidak terlihat pandangan. Andy melindungi hadiah tersebut didalam saku bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tersebut. Waktunya hanya sedikit untuk menghindar.dan Andypun tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh bocah malang tersebut yang sudah tidak bernyawa lagi.

Tiba-tiba, entah muncul darimana ada seorang pria berjubah putih dengan wajah yang halus dan lembut, namun dengan penuh airmata dating dan memeluk bocah malang tersebut. Dia menangis.

Orang-orang penasaran dengan dirinya dan bertanya,"Maaf tuan..apakah anda keluarga dari bocah yang malang ini? Apakah anda mengenalnya?"

Tetapi pria tersebut dengan hati yang berduka karena penderitaan yang begitu dalam berkata,"Dia adalah sahabatku." Hanya itulah yang dikatakan.

Dia mengambil bungkusan hadiah dari dalam saku baju bocah malang tersebut dan menaruhnya didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh bocah tersebut, kemudian keduanya menghilang. Orang-orang yang ada disekitar tersebut semakin penasaran dan takjub..

Di malam Natal, Pendeta Agaton menerima berita yang sangat mengejutkan.

Diapun berkunjung ke rumah Andy untuk memastikan pria misterius berjubah putih tersebut. Pendeta itu bertemu dengan kedua orang tua Andy.

"Bagaimana anda mengetahui putra anda telah meninggal?"

"Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Ucap ibu Andy terisak.

"Apa katanya?"

Ayah Andy berkata,"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sangat kesepian atas meninggalnya Andy, sepertinya Dia begitu mengenal Andy dengan baik. Tapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia menyibakkan rambut Andy dari wajahnya dan memberikan kecupan dikeningnya, kemudian Dia membisikkan sesuatu.

"Apa yang dikatakan?"

"Dia berkata kepada putraku.." Ujar sang Ayah. "Terima kasih buat kadonya.
Aku akan berjumpa denganmu. Engkau akan bersamaku." Dan sang ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis tapi tidak tahu mengapa bisa demikian. Yang aku tahu.aku menangis karena bahagia..aku tidak dapat menjelaskannya Bapa Pendeta, tetapi ketika dia meninggalkan kami, ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, aku merasakan kasihnya yang begitu dalam di hatiku.. Aku tidak dapat melukiskan sukacita dalam hatiku. aku tahu, putraku sudah berada di Surga sekarang.
Tapi tolong Bapa Pendeta .. Siapakah pria ini yang selalu bicara dengan putraku setiap hari di Gerejamu? Anda seharusnya mengetahui karena anda selalu di sana setiap hari, kecuali pada saat putraku meninggal.

Pendeta Agaton tiba-tiba merasa air matanya menetes dipipinya, dengan lutut gemetar dia berbisik,"Dia tidak berbicara kepada siapa-siapa... kecuali dengan Tuhan."

sumber = http://www.akupercaya.com/renungan-harian/4454-kisah-yang-mengharukan-kisah-nyata.html

sumber : http://hadist-rosul.blogspot.com/2010/07/kisah-yang-mengharukan-kisah-nyata.html

MENGINTIP BOCAH-BOCAH JALANAN DI INGGRIS 100 TAHUN LALU ...

Ragged and filthy, their feet bare, they wear grave, careworn expressions. For these children, life was nothing but hard work, empty bellies and the constant struggle for survival.
The pictures, taken by photographer Horace Warner 100 years ago in Spitalfields in London’s East End, were later used by social campaigners to illustrate the plight of the poorest children in London.
On these streets and alleys, hordes of urchins eked out a hand-to-mouth existence, fending for themselves while their parents worked 14-hour days in the factories and docks.
Cleaning up: Taking in laundry for pennies... or a ha'penny would do
Cleaning up: Taking in laundry for pennies... or a ha'penny would do
It was a time when Britain prospered, thanks to the Empire, which brought immense wealth to factory owners and traders.
Yet a stone’s throw from the docks, through which this trade and riches passed, children were dying of starvation and disease.

Infant mortality was higher in 1900 than in 1800, as increasing numbers of families sought work in the cities.
In the East End, nearly 20 per cent of children died before their first birthday. Poor families lived ten to a room with no clean water for washing and drinking.
Oration: Boy tells cat of his plans
Youngster with pet rabbit
Creature comforts: Boy tells cat of his plans and a young girl cuddles her per rabbit outside her home

Barefoot: The tabby has a warmer coat than this East End child
Keeping warm: Chopping and selling kindling was an ancient way to make a few pence
Barefoot: The tabby has a warmer coat than this child, while selling kindling was a way to make a few pence

Dead animals littered the streets. Excrement and rubbish often blocked the drains. Diseases such as diphtheria, cholera and measles flourished.
A third of households were without a male breadwinner and women were forced to go out to work, leaving children as young as six to look after their younger siblings.
Older children ran errands, swept the streets, cleaned windows or helped to make matchboxes and paintbrushes. It was poorly paid, exhausting work, especially for malnourished children, but their contribution — small as it was — could help buy a little stale bread.
According to Erica Davies, director of the Ragged School Museum in East London: ‘These children tried very hard to survive while facing overwhelming odds.’
Basket ware: Something to carry what ever he has to sell
Getting ahead: This boy has an idea of dressing smartly, but not all his clothes are up to the job
Getting ahead: The boy on the right has an idea of dressing smartly, but not all his clothes are up to the job

Big head: This boy seems to have green fingers
Gardener: Growing a few veg made a difference
Big head: The boy on the left seems to have green fingers, while the other lad's carrots are doing well

The Employment of Children Act in 1903 was meant to keep youngsters at school until they had reached a certain standard of education.
Ironically, the result was that the brighter finished school quickly and often took jobs at the age of 13.
Work as market porters or dock labourers was only temporary, and with the pubs shutting for only five hours a night, one East End boy said drunkenness was ‘the rule rather than the exception’.

5 Makanan yang Paling Disukai Orang Indonesia

Di indonesia banyak makanan yang cukup digemari masyarakat pribumi maupun mancanegara.Dengan beragam suku dan budaya merupakan aspek terpenting wisata kuliner berkembang dengan pesat.Nah berikut ini saya mau kasih tahu 5 Makanan favorit yang biasanya di konsumsi orang indonesia:
1.Soto Ayam

Soto Ayam adalah sejenis sup Ayam dengan isi soun soto ayam ini menggunakan bumbu kuyit yang diracik dengan bumbu-bumbu lainnya sehingga aroma kuah ayam bercampur kunyit sangat berasa sekali rasanya.Soto ayam juga bisa dimakan bersama nasi ataupun irisan lontong.Soto ayam merupakan salah satu makanan yang terkenal juga di indonesia,Biasanya soto ayam ini mudah sekali ditemukan,mulai dari tempat makan menengah keatas sampaitempat makan kaki lima.Rasnya yang sanga khas sehingga banyak orag yang menggemari salah satu makanan ini

2.Mie Ayam

Siapa sih yang tidak kenal Mie Ayam? Makanan ini adalah salah satu makanan yang merupakan makanan favorit orang indonesia pasalnya mie ayam sering kita kunjungi di mana-mana.Mie saat ini bisa dikatakan makanan pokok karena banyak orang yang senang mengkonsumsinya.Mie dicampur ayam yang dipotong kecil-kecil debgan bumbu kuning yang khas dan dicampur sayur sawi,biasanya mie ayam di campur dengan bakso ataupun pangsit makannya biasanya menggunakan sumpit.